Kunjungan Gubernur NTT ke Panti Rehabilitasi Kusta Naob

 

Tuesday, 14 February 2012

Print PDF
There are no translations available.
“Orang yang Datang Kami Anggap Mutiara”
KEFAMENANU – Ketua Yayasan Anfrida sekaligus Pengasuh Panti Rehabilitasi Kusta Naob, Suster Marsela, PRR, tak kuasa menahan haru ketika dikunjungi Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, dan rombongan ke panti setempat, Sabtu (11/2/2012). Dia mengibaratkan kunjungan itu sebagai mutiara.

“Setiap orang yang datang kesini kami anggap mutiara yang terindah dan rahmat untuk kami, sebab tidak semua orang mau datang ke sini. Hanya orang-orang yang mempunyai hati dan peduli terhadap kami dan para penderita lepra yang mau berkorban untuk datang kesini,” kata Suster Marsela saat menyambut Gubernur Lebu Raya.

Gubernur Frans Lebu Raya bersama rombongan mengunjungi para penderita kusta di Panti Naob, Noemuti-TTU bertepatan dengan Hari Kusta dan Hari Orang Sakit (HOS) Sedunia, Sabtu (11/2/2012).

Kedatangan Gubernur Lebu Raya bersama rombongan disambut hangat Kepala Panti, Suster Marsela, PRR, suster-suster para pengasuh panti serta para penderita kusta. Para penderita kusta yang hadir terlihat seperti tidak sakit. Mereka berbaur bersama para masyarakat dan pengasuh di panti tersebut.

Gubernur Lebu Raya dalam sambutannya memberi apresiasi kepada para pengasuh panti kusta setempat. “Para suster sudah membuktikan bahwa mereka yang terkena kusta tidak harus dijauhi atau dibuang karena¬† mereka mempunyai hak yang sama seperti orang sehat,” kata Lebu Raya.

Dalam kunjungan itu, Gubernur memberikan bantuan berupa uang dan beras, diterima pengasuh panti, Suster Marsela, PRR.

Menurut salah satu suster pengasuh, suster Maria Ursula, PRR, kusta tidak menular selama para penderitanya mau mengonsumsi obat secara rutin. Dia mengakui, mereka yang dirawat di panti setempat tidak hanya mendapat pengobatan tetapi dibekali berbagai keterampilan. Mulai dari menjaga kebersihan diri, lingkungan, makanan serta keterampilan mengolah bahan pangan lokal.

Untuk kebuthan obat, Ursula mengatakan, sebagian dibantu pemerintah, sebagian lagi swadaya. Masa pengobatan dan penyembuhan setiap penderita, jelas Ursula, berbeda-beda, ada enam bulan, ada yang satu tahun. tergantung jenis kustanya.

“Kalau kusta kering dibutuhkan waktu enam bulan. Kusta basah sampai satu tahun dan kontrol harus rutin,” katanya.

PANTI REHABILITASI KUSTA NAOB

 

  1. Didirikan tahun 1976. Telah berhasil merawat sekitar 2000-an penderita kusta dari seluruh daerah di Indonesia
  2. Daiasuh 10 suster dan merawat sekitar 70 pasien, 38 di antaranya rawat inap dan sisanya rawat jalan
  3. Dari 38 pasien rawat inap, 20 di antaranya merupakan pasien baru
  4. Pasien kusta yang dirawat tidak hanya dari TTU. Juga dari Belu, TTS, Kupang, bahkan dari Jakarta
  5. Dalam merawat para pasien kusta, para suster dibantu dua dokter PTT